Daihatsu Hi-Max Bukan Jatah Toyota

Di Jepang generasi terbaru Daihatsu Hijet juga dijual sebagai Toyota Pixis dan Subaru Sambar sejak 2014 lalu. Di Indonesia, kolaborasi ketiga merek itu tidak bakal terjadi, sebab Daihatsu memastikan hanya akan menikmati sendiri penjualan Hi-Max.

Tsuneo Itagaki Senior Executive Director Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan Hi-Max merupakan produk spesialis Daihatsu. Pembagian peran Daihatsu pada grup Toyota dikatakan menyasar pada segmen kecil.
Febri Ardani/KompasOtomotif
Pikap terbaru Daihatsu Hi-Max lebih kecil dari Gran Max.
Menjual Hi-Max memakai emblem merek lain juga berlaku pada skema ekspor. Hi-Max tidak disiapkan untuk dijual ke luar negeri menggunakan merek Toyota seperti yang sudah pernah dilakukan pada Town Ace (minivan) dan Lite Ace (pikap) yang berbasis Daihatsu Gran Max.
“Segmentasi kami, area besar buat Toyota, area kecil untuk Daihatsu. Area menengah kami berbagi kendaraan,” jelas Itagaki saat peluncuran Hi-Max di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Hi-Max diproduksi di pabrik Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara. Tahap awal pihak ADM menyebut target penjualannya 250 unit per bulan. Itagaki memaparkan ekspektasinya seiring perkembangan penjualan bisa membesar sampai 1.000 unit per bulan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s